Selasa, 27 November 2012

Tata Busana


Tata Busana

Istilah busana merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Istilah busana berasal dari bahasa sanskerta yaitu “bhusana” dan istilah yang popular dalam bahasa Indonesia yaitu “busana” yang dapat diartikan “pakaian”. Namun demikian pengertian busana dan pakaian terdapat sedikit perbedaan, dimana busana mempunyai konotasi “pakaian yang bagus atau indah” yaitu pakaian yang serasi, harmonis, selaras, enak di pandang, nyaman melihatnya,
cocok dengan pemakai serta sesuai dengan kesempatan. Sedangkan pakaian adalah bagian dari busana itu sendiri.
Busana dalam pengertian luas adalah segala sesuatu yang dipakai mulai dari kepala sampai ujung kaki yang memberi kenyamanan dan menampilkan keindahan bagi sipemakai. Secara garis besar busana meliputi :
1. Busana mutlak yaitu busana yang tergolong busana pokok seperti baju, rok, kebaya, blus, bebe dan lain-lain, termasuk pakaian dalam seperti singlet, bra, celana dalam dan lain sebagainya.
2. Milineris yaitu pelengkap busana yang sifatnya melengkapi busana mutlak, serta mempunyai nilai guna disamping juga untuk keindahan seperti sepatu, tas, topi, kaus kaki, kaca mata, selendang, scraf, shawl, jam tangan dan lain-lain.
3. Aksesoris yaitu pelengkap busana yang sifatnya hanya untuk menambah keindahansipemakai seperti cincin, kalung, leontin, bross dan lain sebagainya.
Dari uraian di atas jelaslah bahwa busana tidak hanya terbatas pada pakaian seperti rok, blus atau celana saja, tetapi merupakan kesatuan dari keseluruhan yang kita pakai mulai dari kepala sampai ke ujung kaki, baik yang sifatnya pokok maupun sebagai pelengkap yang bernilai guna atau untuk perhiasan. Pemahaman hal di atas sangat penting sekali bagi seseorang yang akan berkecimpung di bidang tata busana.
Pemakaian istilah busana dalam Bahasa Inggris sangat beragam, tergantung pada konteks yang dikemukakan, seperti :
a. Fashion lebih difokuskan pada mode yang umumnya ditampilkan seperti istilah-istilah mode yang sedang digemari masyarakat yaitu in fashion, mode yang dipamerkan atau diperagakan disebut fashion show, sedangkan pencipta mode dikatakan fashion designer, dan buku mode disebut fashion book.
b. Costume. Istilah ini berkaitan dengan jenis busana seperti busana nasional yaitu national costume, busana muslim disebut moslem costume, busana daerah disebut traditional costume.
c. Clothing, dapat diartikan sandang yaitu busana yang berkaitan dengan kondisi atau situasi seperti busana untuk musim dingin disebut winter clothing, busana musim panas yaitu summer clothing dan busana untuk musim semi disebut spring cloth.
d. Dress, dapat diartikan gaun, rok, blus yaitu busana yang menunjukkan kesempatan tertentu, misalnya busana untuk kesempatan resmi disebut dress suit, busana seragam dikatakan dress uniform dan busana untuk pesta disebut dress party. Dress juga menunjukkan model pakaian tertentu seperti long dress, sack dress dan Malaysian dress.
e. Wear, istilah ini dipakai untuk menunjukkan jenis busana itu sendiri, contoh busana anak disebut children’s wear, busana pria disebut men’s wear dan busana wanita disebut women’s wear

Tujuan Berbusana

1.Memenuhi syarat kesehatan
Artinya busana digunakan untuk melindungi tubuh dari panas matahari, hujan, hawa dingin, maupun gigitan serangga.

2.Memenuhi syarat adat istiadat
Artinya berbusana harus sesuai peradaban dimana bertempat tinggal sehingga dapat hidup nyaman.

3.Menunjukan jenis profesi yang ditekuni
Artinya berbusana sesuai dengan pekerjaan yang dijalankan.

4.Memenuhi rasa keindahan
Artinya busana yang digunakan adalah untuk memperindah penampilan sehingga menarik perhatian.

5.Menutupi cacat pada tubuh
Artinya berbusana dapat menutupi cacat atau bekas luka pada tubuh.





Langkah-langkah persiapan membuat busana antara lain:

1.    Desain

Desain berasal dari Bahasa Inggris (design) yang berarti “rancangan, rencana atau reka rupa”. Dari kata design muncullah kata desain yang berarti mencipta, memikir atau merancang. Dilihat dari kata benda, “desain” dapat diartikan sebagai rancangan yang merupakan susunan dari garis, bentuk, ukuran, warna, tekstur dan value dari suatu benda yang dibuat berdasarkan prinsip-prinsip desain. Pengertian desain sangat perlu dipahami tidak hanya cukup dimengerti saja tetapi harus memiliki keterampilan khususnya dalam pelaksanaannya.
Menurut beberapa pendapat ada yang mengatakan bahwa :
  • Desain adalah rancangan
  • Desain adalah gambar rencana
  • Desain adalah gambar untuk merencanakan sesuatu bentuk benda
  • Desain adalah gambar rencana suatu karya
  • Desain adalah konsep dari suatu rencana
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa desain adalah suatu konsep pemikiran untuk menciptakan sesuatu melalui perencanaan sampai terwujudnya barang jadi. Desain merupakan suatu rencana yang terdiri dari beberapa unsur dan prinsio untuk mewujudkan suatu hasil yang nyata.





2.    Mengukur Badan
Berikut adalah standar yang di gunakan oleh salah satu produsen busana (muslim) sebagai acuan untuk menentukan ukuran.
Dilengkapi pula
cara sederhana mengukur badan, dalam pembuatan busana.
UKURAN
S
M
L
XL
  Pundak
36
38
40
42
  Bahu
10
11
12
13
  Lingkar Dada
90
95
100
105
  Lingkar Pinggang
80
85
90
95
  Lingkar Panggul
100
105
110
115
  Panjang Lengan
50 - 60
  Lingkar Kerung Lengan
44/46
46/48
48/50
50/52
  Panjang Abaya
130 - 135
  Panjang Blus
75 - 85

 
Cara Mengukur Badan:                                                
1. Lingkar Dada
___Meteran kita lingkarkan sekeliling badan melalui buah dada diukur pas, lalu + 4cm
2. Lebar Punggung / Pundak
___Dari batas tengah kerung lengan kiri sampai kanan
3. Lingkar Pinggang
___Sekeliling pinggang +2cm
4. Lebar Bahu
___Dari lekuk leher sampai pada ujung bahu
5. Lingkar Kerung Lengan
___Sekeliling kerung lengan dari bawah ketiak lalu diselakan atau dimasukkan dua jari
6. Panjang Lengan Pendek
___Dari ujung bahu sampai siku
7. Panjang Lengan
         ___Dari ujung bahu sampai panjang yang dikehendaki


3.   Membuat Pola
     Dalam menjahit atau desain busana, pola adalah potongan-potongan kertas yang merupakan prototipe bagian-bagian pakaian atau produk jahit menjahit. Pola dijadikan contoh  agar tidak terjadi kesalahan sewaktu mengguntig  kain.  Selain memakai pola buatan sendri, orang dapat menjahit di rumah dengan memakai pola siap pakai (pola jadi) yang diterbikan majalah wanita.
      Sewaktu membuat pakaian, pola disesuaikan dengan ukuran-ukuran bentuk badan dan model pakaian yang di jahit menurut pesanan, sebelum pola dibuat, bagian-bagian tertentu dari tubuh pemakai diukur  satu demi satu dengan pita ukur. Bagian-bagian tubuh yang diukur mulai dari ukuran lingkar leher, lebar dada, panjang dada , hingga lingkar pinggang dan panjang punggung. Sebelum digambar dalam ukuran kecil berdasarkan skala di dalam buku kostum.
     
      Pola dasar untuk berbagai jenis busana seperti blus, gaun, atau kemeja sudah dapat dijadikan contoh untuk menjahit, namun belum memiliki model. Rok dari pola dasar misalnya, hanya dapat dilengkapi  ritsleting di bagian belakang, tapi belum memiliki model, lipit atau kerut. Sewaktu dibuat, ukuran pola dasar disesuaikan dengan ukuran badan pemakai atau dipakai ukuran standar  badan yang umum (S,M,L) untuk pria, wanita atau anak-anak.

4.    Menyediakan Bahan
       Menyediakan bahan sesuai keinginan dan motif hiasan.
Misal: - kain
          - benang
          - dan lain lain

5.    Menggunting Bahan

       Menggunting bahan sesuai dengan pola yang telah dibuat oleh desainer.
Dengan gunting khusus sesuai rancangan desainer.


6.    Menjahit
      
       Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain, bulu, kulit binatang, pepagan, dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan memakai jarum tangan atau dengan mesin jahit. Orang yang bekerja menjahit pakaian disebut penjahit. Penjahit pakaian pria disebut tailor, sedangkan penjahit pakaian wanita disebut modiste. Pendidikan menjahit dapat diperoleh di kursus menjahit atau sekolah mode.

Produk jahit-menjahit dapat berupa pakaian, tirai, kasur, seprai, taplak, kain pelapis mebel, dan kain pelapis jok. Benda-benda lain yang dijahit misalnya layar, bendera, tenda, sepatu, tas, dan sampul buku.

Di industri garmen, menjahit sebagian besar dilakukan memakai mesin jahit. Di rumah, orang menjahit memakai jarum tangan atau mesin jahit. Pekerjaan ringan yang melibatkan jahit-menjahit di rumah misalnya membetulkan jahitan yang terlepas, menisik pakaian, atau memasang kancing yang terlepas. Sebagai seni kriya, orang menjahit untuk membuat saputangan, serbet, bordir, hingga boneka isi dan kerajinan perca.

Teknik jahit-menjahit

Benang dan jarum ditusukkan ke kain untuk membuat berbagai bentuk jahitan sehingga dikenal berbagai jenis tusuk atau setik. Tusuk jelujur dan setik jelujur misalnya, mengacu kepada teknik menjahit dan menyulam yang sama.
Tusuk dasar

    Tusuk jelujur
    Tusuk rantai
    Tusuk tangkai
    Tusuk balik
    Tusuk piquer
    Tusuk som
    Tusuk feston
    Tusuk flanel
    Tusuk balut

Kampuh dasar

    Kampuh terbuka
    Kampuh balik
    Kampuh kostum
    Kampuh perancis
    Kampuh pipih
    Kampuh sarung
    Kampuh geser

Alat untuk membuat pola

    Buku kostum (buku pola)
    Boneka jahit (boneka pengepas)
    Pita ukur (meteran)
    Kertas
    Pensil gambar (warna hitam, merah, biru)
    Penghapus
    Penggaris (penggaris siku, penggaris lengkung, penggaris lurus)
    Pita skala
    Kapur jahit
    Karbon jahit
    Rader
    Jarum pentul
    Gunting kertas

Alat jahit-menjahit

    Benang
    Gunting
    Jarum pentul
    Jarum jahit
    Bantalan jarum
    Mesin jahit
    Spul
    Pendedel (pembuka jahitan)
    Bidal (topi jari)
    Sekoci
    Sepatu jahit
    Mesin obras
    Mesin rumah kancing
    Mesin pasang kancing
    Mesin som
    Mesin plisket

7.    Menyelesaikan

       Menyelesaikan semua hiasan motif dan lain lain.

8. Mengepak